"FaLqo"
I just want to put it into writing
Senin, 14 April 2025
πππ
Disaat kita mempunyai target2 tertentu dalam hidup, example :
π€© Harus seperti ini diumur sekian.
π€© Harus menjadi ini diumur sekian.
π€© Harus berhasil ini diumur sekian. Dll.
Ini semua wajar, karena setiap org pasti mempunyai plening dan target2 tertentu dlm hidupnya.
Namun, tak semua plening sesuai dengan realitanya. Sama halnya, jika menurut teori seseorang diumur sekian seharusnya sudah bisa berpikir dewasa. Dewasa dlm hal apa dulu ? Banyak katagori dewasa ya.
Jika umur sekian, seharusnya bisa mengambil tindakan yg bijaksana untuk seperti ini dan itu. Bijaksana dimata siapa ? Kacamata manusia pasti berbeda dalam hal menilai apapun itu. Termasuk kebijaksanaan tidak berpatokan pada umur.
Bukan faktor umur. Seseorang bisa menjadi dewasa, menjadi number one misal dimata masyarakat, atau yg lainnya. Melainkan, org itu sendiri yg bisa belajar dari lingkungannya.
Example :
Umur 11 thn SD kls 6 masa peralihan menuju remaja. Biasanya diumur sekian sudah mulai ada rasa kepercayaan diri yg tinggi karena tahap menuju SMP, dimana mulai merasa
"Gua ini udh mulai gede"
"Gua harus mulai bisa mikir mana baik mana buruk. Atau mulai suka dengan lawan jenis, mulai berani dlm mengambil sikap. Dll.
Tp terkadang, umur 11 atau 10 ada yg sudah dewasa. Karena terpaan hidup misalnya.
Example :
Umur 8 thn sudah mempunyai adik 3, keluarga pas-pasan. Misal. Otomatis diumur segitu dia udh mulai berfikir dewasa. Dewasa karena keadaan dan karena lingkungan. Example :
Seseorang dengan umur 12 thn, tinggal di lingkungan terpandang, org tua mapan. Punya adik atau tdk. Jika ada fasilitas atau mungkin dimanja oleh keluarganya. Dan diumur 12 thn pun dia blm bisa berpikir untuk dewasa. So, umur bukan faktor ya.
Menyelesaikan study SD, SMP, SMA. (Ini wajib, so kebanyakan org pasti menyelesaikannya. Tp tdk semua juga. Jika terkendala ekonomi, lain halnya.
Next aja ya.
Menyelesaikan S1 umur 20 thn seharusnya. Karena saya umur 5 thn SDnya.
Tp saya bisa menyelesaikan S1diumur 26 thn. Alhamdulillah.
Why ? Because bla bla bla. Yes. Target dan plening memang
sudah ada. Namun semua itu tdk akan berjalan jika Allah katakan tidak.
Setelah lulus SMA, saya pernah kuliah di 3 tempat yg berbeda.
Universitas sukabumi (alhamdulillah beasiswa).
STEI Jakarta. (Perbankan).
dan Pelatihan Guru Tahfidz dibogor (alhamdulillah selesai sampai wisuda). Dan yg terakhir UID ini.
Jika dipikir, umur saya banyak terbuang. Alhamdulillah saya merasa tidak, meskipun plening umur tdk terlaksanna namun ada jalan diakhir. Dan dimur ini saya baru menyelesaikan S1 saya biiznillah tentunya.
Mungkin sebaliknya, saya merasa senang, karena saya bisa merasakan kuliah saja , dengan aktifitas organisasi. Atau kuliah sambil bekerja.
(Meskipun bekerja di beberapa tempat hanya untuk mengambil pengalaman dan pembelajaran, bukan uang semata)
Balik lagi, meskipun bukan diumur yg diprediksi saya ya.
Lanjut S2....... yes. Ada kepikiran, tp
nanti dulu.
Setelah umur segini, org2 banyak yg menanyakan,
"pastinya kapan nikah ? Sudah umur 26. Sudah lulus kuliah juga. Sudah kerja juga. Apalagi yg mau dicari ?
Lanjut S2 ? ntr keburu tua, ntr gak laku2. Mau fokus kerja ? Ntr keasikan kerja, lupa nikah lagi. Ntr perawan tua loh. "
Dan ocehan org2 lainnya.
Hemmm,, saya hanya bisa tarik nafas panjang.
Jika kita menikah karena faktor umur. Untuk apa ?
Takut di nyinyir org2 sekitar?
Takut keburu tua dan gak laku2 ?
Takut diomongin teman2 yg udh punya beberapa anak ? Dll.
Takut ?......?
Helloww......
Menikah itu bukan perihal umur ya. Bukan.
Menikah itu menyempurnakan separuh agama. Menikah itu harus siap dengan semua ilmunya. Bukan hanya sekedar, yg penting gua udah nikah ini.
Hadooh !!!
Harus mempersiapkan segala halnya. Yg pasti.
Percaya dong, dengan TakdirNYA!!
Kalau yes, untuk apa risau jika diumur sekian blm berkeluarga.
Dan sekali lagi ya. Bukan faktor umur.
NB : Sebenernya ini sebagian curhatan gua yg budek dengan omongan org2. (Padahal gua harusnya masuk kuping kanan, keluar kuping kiri aja. Hahaa) π ππ
Hari ini aku baru sempat menemuinya kembali setelah sekian tahun lamanya.
π€¦♀️π€¦♀️π€¦♀️ saya merasa bersalah karena blm sempat ada saat dia melahirkan. Namun apa daya. Waktu tidak bisa diulang.
Sekarang zico sudah 8 bulan lebih menginjak 9 bula4n.
Masyaallah. Barokallah
πππΉπΉπ₯°π₯°
Saya bersyukur bisa mempunyai teman2 yg sampai saat ini masih menjalin silaturahmi dengan baik.
Papah dan mamah zico. Kami sama2 1 smp. Jadi saya mengenal baik keduanya seperti apa. Mungkin juga tidak, karena waktu bisa mengubah semuanya. Namun pertemanan kami masih sama seperti dulu rasanya bagi saya.
Ini adalah kisah salah satu sahabat saya.
Saya bersyukur bisa dikasih waktu untuk bisa berjumpa dengan mereka berdua kembali. Dengan keluarga kecilnya.
Semoga kalian semua sehat2 ya.
Apapun yg kalian hadapi, jalani saja. Yakin Allah selalu membantu kalian.
Rukun selalu rumah tangga kalian.
Aamiin.
π€²π»π€²π»π€²π»π€²π»πππ
πNggak setiap mereka yg blm menikah di usia yg menurutmu seharusnya sudah mempunyai anak itu, adalah mereka yg berniat menunda pernikahan.
π Ada yg memang fokus untuk studi dulu, mempersiapkan menjadi ibu atau ayah terbaik, yg memiliki wawasan luas untuk anaknya kelak.
π» Ada yg memang fokus bekerja dan berkarya untuk bangsa serta membanggakan keluarga, sebelum ia bisa full fokus untuk keluarga yg akan dibangun kelak.
✈️ Ada yg memang butuh waktu agak lama, dari kekecewaan dan luka tersebab org yg sebelumnya menawarkan impian berkeluarga padanya.
π§π»Ada yg merelakan diri dan hatinya, untuk menghargai kakanya yg blm menikah . Meski tak ada kewajiban untuk menunggu. Tapi baginya adalah adab untuk mendahulukan kakaknya.
πΉAda yg memang masih menanti sembari terus berproses memantaskan dirinya, menyempurnakan ikhtiar dengan ilmu pernikahan, parenting, dan keluarga.
π Ada yg memang selektif memilih pasangan, karena berharap jodoh yg dipilih adalah yg terbaik, yg kan jadi pasangan sehidup sesurganya.
π΅ππ²π³π΄π±☘️πππππΎπ₯☔
kaya dan miskin itu secara tersirat sudah ada dalam kehidupan sehari-hari. Jika sudah jadi pohon rimbun, maka burung2 akan datang. Jika samudera, maka aliran akan datang, jika mencapai satu tingkat lebih tinggi, maka akan mendapatkan koneksi yg sepadan. Bukan malah sebaliknya!
Tolong, kamu jangan sembarangan mengkritik saya. Kamu hanya mengetahui namaku, tp tdk mengetahui kisah hidupku. Kamu hanya mendengar apa yg saya lakukan, tetapi tdk pernah mengetahui apa saja yg sudah saya lewati.
πΉSEPARUH AGAMAπΉ
Menikah bukan sebatas cepat atau lambat.
Menikah bukan sebatas cita-cita dan harapan.
Menikah bukan sebatas saling kompak.
Menikah bukan sebatas saling percaya.
Menikah bukan sebatas saling peduli.
Menikah bukan sebatas saling berbagi.
Menikah bukan sebatas saling menyemangati.
Menikah bukan sebatas tua muda.
Menikah bukan sebatas saling mengerti.
Menikah bukan sebatas saling mendewasakan.
Menikah bukan sebatas semua hal apapun itu dalam hidup.
Menikah itu Berumah Tangga alias Ibadah terpanjang yang harus kita kerjakan bersama.
Jika perceraian terjadi. Itu bukan jodohnya. Dia hanya lewat sebagai Ujian.
Jika perceraian terjadi karena banyak alasan. Mungkin ujian juga itu.
Jika perpisahan terjadi karena salah satunya berpulang, itu juga ujian. Sanggupkah pasangannya menunggu sampai dia berpulang juga suatu saat nanti dan berharap dipertemukan kembali dengan pasangannya diakhirat kelak atau tidak. Wallahua'lam.
Tapi sejatinya.
Pernikah itu Menyempurnakan Separuh Agama.
Bukan main-main.
Dan
Bukan untuk coba-coba.
Atau
Menyepelekan dengan mudahnya meng iyakan dengan alasan faktor umur.
Tak Semudah Itu.
πΌAku & Senja πΌ
Setelah lulus kuliah sambil bekerja selesai.
Alhamdulillah atas semua nikmat karuniaNYA dengan izinNYA.
Singkat cerita.
Aku memang sudah terbiasa kerja berpindah2 tempat. Paling lama 2 thn lebih saja.
Yaaah.
Banyak sekali cerita dan pembelajaran hidup tentunya.
Tapi apalah daya.
Dunia....
Semua kacamata dunia.... yah. Itulah pandangan hidup zaman ini.
Semua dinilai dari jabatan, popularitas, dan harta yang jelas.
Sedangkan saya,
ππππππ
Apalah, baru lulus S1 pun di usia yang bisa dibilang tidak muda diusia lulusan S1.
Kelas karyawan. Jangan ditanya lagi ya. π€π€
Ingin rasanya ngajar kembali seperti sebelum2 nya. Tapi kali ini berbeda. Saya ingin sekali bekerja di wilayah pesantren.
Yang jelas sayapun harus terjun juga sebagai pembimbing para santriwati bukan hanya mengajar dikelas saja mau tidak mau.
Dengan izinNYA.
Akhirnya terlaksana.
Lokasi di Bogor.
Singkat cerita. Setelah saya melewati beberapa rintangan dan halangan selama disna.
Yaaah. Saya sudah cukup muak sebenarnya.
Dan memutuskan untuk pulang, dengan kata lain mengundurkan diri sebagai guru dan juga pembimbing santriwati.
Kemudian setelahnya.
Hidup terus berlanjut.
Awalnya saya di jakarta.
Kemudian ke karawang.
Sekitar 2 minggu saya di karawang. Saya teringat masa SMA saya dahulu. Tp kali ini di tempat yang berbeda.
Qodarullah.
Setelah itupun saya ke Majalengka.
Yaah. Disnilah tempat lahir saya.
Disinilah uyut saya tinggal.
Sudah 2 minggu hampir jalan 3 minggu saya disni.
Tempat dimn 15 thn lamanya sudah ditinggalkan kurang lebih.
Saat saya kelas 5 SD , saya pindh ke jakarta.
Mungkin org tua saya menginginkan untuk standby disni. Karena disni airnya bagus.
Dekat dengan gunung.
Panas juga tidak terlalu panas jika dibanding karawang.
Makanan disni murah2 dibanding karawang atau jakarta.
Tp disni juga Gaji UMR nya dikit lah klo bisa dibilang.
dibanding jakarta. Apalagi karawang.
Tabungan kami makin menipis.
Memang, rezeki sudah ditetapkan.
Tp harus dibarengi pula tentunya dengan usaha yang keras kan ?!
Sayapun berfikir kembali untuk bekerja lagi, meskipun usia tidak lagi muda. Namun orang tua yang sudah usia senja inipun tidak layak bukan untuk terus mencari sesuap nasi.
Wanita memang tidak diharuskan bekerja.
Namun keadaanlah yang mengharuskan melakukannya.
#tetapsemangat
#tetapkuat
#berusahaikhlas
#berusahaistiqomah
#mencariridhoNYA
Ψ§ΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΨ§ π€²π»π€²π»π€²π»π€²π»π€²π»
JACKPOT
Jackpot itu biasanya sesuatu yang berkesan, sebagai kenangan, atau untuk pengingat akan suatu hal.
Pertanyaan2 org2 yang saya sebut sebagai jackpot.
Pertanyaan2 seputar hidup yang selalu berjalan terus dan menjadi topik pembicaraan ibu2 atau bapak2 kadang pula yang masih single.
Pertanyaan2 itulah terkadang membuat saya berfikir. Untuk apa pentingnya ditanyakan, jika hanya sekedar ingin tahu saja. Selanjutnya terserah anda saja. Haha π
Ketika masa sekolah. Hal2 yang biasa menjadi pertanyaan2 pada umumnya.
Udah lulus blm ?
Lanjut sekolah kemana ?
Ketika masa kuliah, kerja. Ada saja pertanyaan2 yang pasti ditanyakan oleh kebanyakan org2.
Kuliah dimana ? dll
Setelah kelar. Ditanya lagi. Kerja dimn ? Bla bla bla....
Ketika dewasa. Gak jauh2 dr pertanyaan satu ini yang paling sering ditanyain.
Kapan nikah, karir trus ntr keburu tua loh dll halnya.
Ketika sudahpun. Pasti berlanjut ke pertanyaan2 pada umumnya.
Kapan punya anak ? Setelah punya anak. Kapan punya adek ? Setelah itu
Kapan punya adek lagi ?
Yaps. Semua pertanyaan2 itu bagi saya jackpot yang tidak penting untuk ditanyakan didepan orang banyak ya.
Toh, setelah mereka tau jawabannyapun tidak ada pengaruhnya untuk mereka juga kan.
Kehidupan masing2 manusia, jelas banget mereka sendiri yang ngejalanin semuanya. Bukan kalian kan ?!
Bisa gak sih, stop bwt pertanyaaan2 yang membosankan ini.
Ada banyak pertanyaan2 yang lainya yang bisa kalian tanyainkan.
Yang lebih berbobot gitu.
Bukan hanya sekedar ingin tahu saja. Dan berkomentar seenaknya kalian.
Hidup gak semuanya tentang jackpot loh !!!
πΌ iLma πΌ
